Tinjauan Literatur Hubungan Tingkat Pendidikan dan Ketimpangan Pendapatan di Provinsi Jawa Tengah Periode 2023–2024

Penulis

  • kayla ramadhani Universitas Jenderal Soedirman
  • Adjani Putri Anelis Universitas Jenderal Soedirman
  • Oki Anggraeni Universitas Jenderal Soedirman
  • Dijan Rahajuni Universitas Jenderal Soedirman

Kata Kunci:

pendidikan, ketimpangan pendapatan, sumber daya manusia, Jawa Tengah, pemerataan pendidikan

Abstrak

Ketimpangan pendapatan masih menjadi salah satu permasalahan pembangunan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah meskipun indikator pendidikan mengalami peningkatan pada periode 2023–2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pendidikan dan ketimpangan pendapatan di Provinsi Jawa Tengah berdasarkan berbagai hasil penelitian terdahulu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari jurnal ilmiah, artikel penelitian, laporan Badan Pusat Statistik (BPS), dan berbagai publikasi akademik relevan periode 2021–2026. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi dan analisis deskriptif untuk mengidentifikasi hubungan antara pendidikan dan ketimpangan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan memiliki hubungan yang erat terhadap ketimpangan pendapatan masyarakat. Peningkatan kualitas dan akses pendidikan mampu meningkatkan produktivitas tenaga kerja, memperluas peluang kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Namun, disparitas pendidikan antarwilayah, terutama antara wilayah perkotaan dan pedesaan, masih menyebabkan distribusi pendapatan belum merata. Selain itu, faktor kemiskinan dan keterbatasan akses pendidikan turut memengaruhi tingginya ketimpangan pendapatan di Jawa Tengah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemerataan akses dan kualitas pendidikan menjadi langkah penting dalam mengurangi ketimpangan pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperkuat pemerataan fasilitas pendidikan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

 

Referensi

[1] H. Muslimah dan D. Putri, “Pengaruh Aglomerasi, Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Ketimpangan Pendidikan, dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Ketimpangan Pendapatan di Indonesia Hanifa,” JKEP J. Ilm. Ekon. dan Pembanguan, vol. 3, no. 1, hal. 9–18, 2021, doi: 10.24036/jkep.v3i3.12365.

[2] S. Aini dan R. Nugroho, “Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pendidikan, Pengangguran, dan Ketimpangan Pendapatan Terhadap Kemiskinan di Provinsi Jawa Timur,” Bul. Pembang., vol. 4, no. 1, hal. 20–36, 2023, doi: https://doi.org/10.21107/bep.v4i1.19474.

[3] Rofiuddin, “Analisis ketimpangan pendapatan di negara middle income dan high income: Pendidikan, pengangguran, upah, dan inflasi,” J. Econ. Res. Policy Stud., vol. 4, no. 2, hal. 342–352, 2024, doi: https://doi.org/10.53088/jerps.v4i2.746.

[4] Y. Sari, A. Soleh, dan W. Wafiaziza, “ANALISIS PENGARUH PENDIDIKAN DAN PENDUDUK MISKIN TERHADAP KETIMPANGAN PENDAPATAN DI PROVINSI JAMBI,” J. Dev., vol. 9, no. 2, hal. 169–180, 2021, doi: https://doi.org/10.53978/jd.v9i2.182.

[5] Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah, “Statistik Pendidikan Provinsi Jawa Tengah 2024,” 2024. [Daring]. Tersedia pada: https://jateng.bps.go.id/id/publication/2025/07/07/813a857e2ca40d48e7b7aef3/statistik-pendidikan-provinsi-jawa-tengah-2024.html

[6] D. R. Hakim dan I. Rosini, “Regional Income Inequality in Indonesia: The Role of Public and Private Investment,” J. Ekon. Malaysia, vol. 56, no. 3, hal. 87–101, 2022, doi: 10.17576/JEM-2022-5603-05.

[7] S. Setyadi, “Inequality of Education in Indonesia by Gender, Socioeconomic Background and Government Expenditure,” EKO-REGIONAL J. Pembang. Ekon. Wil., hal. 27–36, 2022, doi: 10.32424/1.erjpe.2022.17.1.2895.

[8] Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah, “Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk September 2024 Provinsi Jawa Tengah.” [Daring]. Tersedia pada: https://jateng.bps.go.id/id/pressrelease/2025/01/15/1546/tingkat-ketimpangan-pengeluaran-penduduk-september-2024-provinsi-jawa-tengah.html

[9] A. Arfian, L. O. M. Harafah, M. Y. Balaka, H. Aedy, A. Saranani, dan W. A. Rumbia, “PENGARUH JUMLAH PENDUDUK, PENDIDIKAN DAN KEMISKINAN TERHADAP KETIMPANGAN PENDAPATAN DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI SULAWESI TENGGARA,” J. Prog. Ekon. Pembang., vol. 7, no. 2, hal. 245, 2022, doi: 10.33772/jpep.v7i2.26346.

[10] D. Darmuji, T. Alawiyah, dan K. Hasanah, “Dampak Kualitas Pendidikan dan Kemiskinan terhadap Ketimpangan Pendapatan Ekonomi: Sebuah Analisis,” J. Pendidik. Indones., vol. 5, no. 8, hal. 458–467, 2024, doi: 10.59141/japendi.v5i8.3183.

[11] N. Laila, S. Dai, S. Canon, dan I. Abdul, “ANALISIS PENGARUH PENGELUARAN PERKAPITA, PENDIDIKAN, DAN KESEHATAN TERHADAP KETIMPANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN DI INDONESIA,” J. Stud. Ekon. DAN Pembang., vol. 1, no. 3, hal. 59–68, 2024, doi: http://dx.doi.org/10.37905/jsep.v1i3.23438.

[12] R. Sihombing dan N. Kusuma, “Pemerataan Pendidikan: Studi Kasus 34 Provinsi di Indonesia,” Parahyangan Econ. Dev. Rev., vol. 1, no. 2, hal. 143–151, 2023, doi: 10.26593/pedr.v1i2.6670.

Diterbitkan

2026-07-20

Cara Mengutip

ramadhani, kayla, Anelis, A. P., Anggraeni, O., & Rahajuni, D. (2026). Tinjauan Literatur Hubungan Tingkat Pendidikan dan Ketimpangan Pendapatan di Provinsi Jawa Tengah Periode 2023–2024. Jurnal Ekonomi, Akutansi Dan Manajemen Nusantara, 5(1), 531–536. Diambil dari https://ejournal.loddosinstitute.org/index.php/jeama/article/view/911