Implementasi Aplikasi Primary Care (P-Care) dalam Pelayanan Peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Pulo Brayan
DOI:
https://doi.org/10.69688/jkn.v4i2.1278Keywords:
Digitalisasi kesehatan, Implementasi kebijakan, Kontinuitas pelayanan, P-Care, Sistem informasi kesehatan, Tata kelola pelayananAbstract
Digitalisasi pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional melalui aplikasi Primary Care (P-Care) mendukung pencatatan, administrasi, dan pelayanan peserta pada fasilitas kesehatan tingkat pertama. Namun, ketergantungan terhadap aplikasi dapat menghambat pelayanan ketika terjadi gangguan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi aplikasi P-Care dalam pelayanan peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Pulo Brayan berdasarkan faktor komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi George C. Edwards III. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui penelitian lapangan. Penelitian melibatkan enam informan, terdiri atas kepala puskesmas, petugas pendaftaran, dokter poli, koordinator BPJS di puskesmas, dan dua pasien. Wawancara semi-terstruktur dilakukan pada 23 April–6 Mei 2026 serta dilengkapi dengan observasi dan telaah dokumentasi. Data dianalisis melalui kondensasi, penyajian, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan dengan bantuan NVivo 15; keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi internal, kecukupan petugas dan fasilitas, serta komitmen pelaksana mendukung penggunaan P-Care. Namun, gangguan jaringan, aplikasi, pemeliharaan, dan sinkronisasi memperlambat pelayanan selama 30 menit hingga lebih dari dua jam. Pelayanan umum dapat dilanjutkan melalui pencatatan manual, kemudian datanya dimasukkan setelah sistem pulih, sedangkan pelayanan rujukan, Prolanis, dan pengambilan obat Program Rujuk Balik harus menunggu sistem kembali berfungsi. Pembagian tugas jelas, tetapi belum tersedia standar operasional prosedur (SOP) tertulis penanganan gangguan. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan P-Care ditentukan oleh kesiapan kontinuitas pelayanan. Puskesmas memerlukan SOP penanganan gangguan, mekanisme pencatatan sementara, pelatihan pembaruan sistem, koordinasi teknis yang cepat dan responsif, serta pemberitahuan pemeliharaan terjadwal dari BPJS Kesehatan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Amanda Putri Harsana; Fitriani Pramita Gurning, Hasrat Efendi Samosir

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







