Skrining Gejala Depresi Antenatal Menggunakan EPDS di Wilayah Kerja Puskesmas Bebandem, Karangasem
Keywords:
Depresi Antenatal, EPDS, Ibu Hamil, Pelayanan ANC, PuskesmasAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menyaring risiko gejala depresi antenatal pada ibu hamil menggunakan instrumen Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) di wilayah kerja Puskesmas Bebandem, Karangasem. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 52 ibu hamil dipilih menggunakan teknik simple random sampling berdasarkan rumus Slovin, dengan instrumen pengumpulan data berupa kuesioner EPDS versi Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami gejala depresi yaitu sebanyak 46 orang (88,5%), sedangkan 6 responden (11,5%) terdeteksi mengalami gejala depresi antenatal. Gejala depresi tersebut lebih banyak ditemukan pada kelompok ibu hamil berstatus kawin dengan karakteristik usia 20–35 tahun, berpendidikan rendah, paritas multigravida, serta tersebar di seluruh trimester kehamilan. Kesimpulannya, meskipun mayoritas responden berada dalam kondisi psikologis yang baik, sebagian kecil ibu hamil tetap menunjukkan risiko depresi. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi skrining kesehatan jiwa menggunakan EPDS secara rutin dalam pelayanan Antenatal Care (ANC) sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan gangguan mental selama kehamilan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ni Putu Novi Arisandi, Gusti Ayu Marhaeni, Gusti Ayu Tirtawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







