Efektivitas Early Warning System (EWS) dalam Mitigasi Bencana Gempa dan Tsunami di Kota Palu

Penulis

  • astrella vanindya sheren Universitas Negeri Surabaya
  • Marini Muharwati Universitas Negeri Surabaya
  • Adiratna Rani Maharani Puspanegara Universitas Negeri Surabaya
  • Muhammad Salman Al Farisi Universitas Negeri Surabaya
  • Naila Afiliyah Universitas Negeri Surabaya
  • M.Noer Falaq Al Amin Universitas Negeri Surabaya
  • Nuh Krama Hadianto Universitas Negeri Surabaya

Kata Kunci:

Early Warning System (EWS), Mitigasi Bencana, Gempa Bumi, Tsunami

Abstrak

Penelitian ini membahas efektivitas Early Warning System (EWS) dalam mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami di Kota Palu tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui berbagai sumber seperti jurnal, laporan resmi, dan dokumen terkait kebencanaan. Analisis penelitian menggunakan teori efektivitas program Budiani (2007) yang meliputi ketepatan sasaran, sosialisasi program, pencapaian tujuan, dan pemantauan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas Early Warning System (EWS) di Kota Palu belum berjalan secara optimal. Meskipun perangkat peringatan dini telah tersedia, masih ditemukan berbagai kendala seperti sirine tsunami yang tidak berfungsi, gangguan jaringan komunikasi, rusaknya perangkat pendukung, serta tidak tersedianya cadangan daya listrik saat gempa terjadi. Selain itu, sosialisasi mitigasi bencana belum menjangkau seluruh masyarakat secara merata sehingga pemahaman masyarakat terkait evakuasi mandiri masih terbatas. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa efektivitas EWS tidak hanya dipengaruhi oleh keberadaan teknologi, tetapi juga kesiapan infrastruktur, sistem komunikasi, dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Oleh karena itu, diperlukan penguatan terhadap sistem peringatan dini melalui pemeliharaan perangkat, penguatan jaringan komunikasi, serta peningkatan edukasi kebencanaan secara berkelanjutan.

Referensi

[1] F. F. Arjangga and A. Realita, “Analisis keakuratan solusi centroid moment-tensor (CMT) gempa bumi di wilayah Jawa Tengah menggunakan metode GISOLA, sudut Kagan dan mean absolute percentage error (MAPE) pada software Jokotingkir,” Inovasi Fisika Indonesia, vol. 15, no. 1, pp. 132–146, 2026. doi: 10.26740/ifi.v15n1.p132-146.

[2] United Nations Office for Disaster Risk Reduction, The Human Cost of Weather-Related Disasters 1995–2015. United Nations, 2015. [Online]. Available: https://www.undrr.org/publication/human-cost-weather-related-disasters-1995-2015. [Accessed: Apr. 19, 2026].

[3] World Bank, Central Sulawesi Post-Disaster Needs Assessment (PDNA), 2018. [Online]. Available: https://documents1.worldbank.org/curated/en/760181558453545661/

[4] I. Commission et al., Limitations and Challenges of Early Warning System s: A Case Study of the 2018 Palu-Donggala Tsunami. France: UNESCO, 2019.

[5] Badan Nasional Penanggulangan Bencana, “Info bencana September 2018,” 2018. [Online]. Available: https://bnpb.go.id/storage/app/media/uploads/24/info-bencana-september-2018-rev.pdf

[6] T. P. Pamungkas, R. Andriani, A. W. Akbara, and Y. S. Samudra, “Sistem informasi Early Warning System berbasis website,” Intechno Journal: Information Technology Journal, vol. 4, no. 2, pp. 68–74, 2022. doi: 10.24076/intechnojournal.2022v4i2.1565.

[7] I. Simanjuntak et al., “Optimalisasi pelaksanaan Early Warning System (EWS),” Journal of Telenursing, vol. 5, no. 2, pp. 3728–3735, 2023. doi: 10.31539/joting.v5i2.7932.

[8] H. R. Abubakar, Pengantar Metodologi Penelitian. Yogyakarta, Indonesia: SUKA-Press UIN Sunan Kalijaga, 2021.

[9] R. P. Melvani, “Studi kepustakaan kualitatif mengenai peran lingkungan sosial, budaya, dan ekonomi dalam mempengaruhi perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat Indonesia,” Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, vol. 2, no. 2, pp. 1585–1596, 2026.

[10] Badan Nasional Penanggulangan Bencana, “Dokumen kajian risiko bencana Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah 2016–2020,” 2020. [Online]. Available: https://inarisk.bnpb.go.id/pdf/SULAWESI%20TENGAH/Dokumen%20KRB%20KOTA%20PALU_final%20draft.pdf

[11] M. B. Adityawan et al., “Development of a tsunami Early Warning System on the coast of Palu based on maritime wireless communication,” Results in Engineering, 2023. doi: 10.1016/j.pdisas.2023.100290.

[12] United Nations Office for Disaster Risk Reduction and UNESCO-IOC, Keterbatasan dan Tantangan Sistem Peringatan Dini: Studi Kasus Tsunami Palu-Donggala 28 September 2018. 2019.

[13] J. Selamet, “Komunikasi risiko bencana satu arah di zona rawan gempa-tsunami tak efektif cegah jatuh korban,” The Conversation, Jul. 8, 2019.

[14] Ismunandar, N. Umar, M. Ndama, and Amyadin, “Pengetahuan dan sikap masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami di Huntara Kota Palu dan Sigi,” Lentora Nursing Journal, vol. 2, no. 1, pp. 12–19, 2021. [Online]. Available: http://jurnal.poltekkespalu.ac.id/index.php/LNJ

[15] J. Sidik, I. M. S. Wardana, M. Zuhdi, S. Ayub, and S. Syamsuddin, “Efektivitas sistem informasi Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS),” GeoScienceEd: Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika, vol. 4, no. 1, pp. 26–31, 2023. doi: 10.29303/goescienceedu.v4i1.219.

Diterbitkan

2026-07-16

Cara Mengutip

sheren, astrella vanindya, Muharwati, M., Puspanegara, A. R. M., Farisi, M. S. A., Afiliyah, N., Amin, M. F. A., & Hadianto, N. K. (2026). Efektivitas Early Warning System (EWS) dalam Mitigasi Bencana Gempa dan Tsunami di Kota Palu . Jurnal Ekonomi, Akutansi Dan Manajemen Nusantara, 5(1), 511–522. Diambil dari https://ejournal.loddosinstitute.org/index.php/jeama/article/view/874