Pengaruh Work-life integration dan Work experience terhadap Efektivitas Manajemen Waktu Mahasiswa Part-time di Kabupaten Tasikmalaya
DOI:
https://doi.org/10.55338/jeama.v5i1.857Kata Kunci:
Integrasi Kehidupan Kerja, Mahasiswa Pekerja Paruh Waktu, Manajemen Waktu, Regulasi Diri, Efektivitas KerjaAbstrak
Mahasiswa yang menjalani kuliah sambil bekerja paruh waktu menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan tuntutan akademik, pekerjaan, dan kehidupan pribadi sehingga diperlukan kemampuan manajemen waktu yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integrasi kehidupan kerja dan pengalaman kerja terhadap efektivitas manajemen waktu pada mahasiswa pekerja part-time di Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 66 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life integration berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen waktu dengan nilai signifikansi sebesar 0,013. Pengalaman kerja juga berpengaruh positif dan sangat signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 serta menjadi variabel yang paling dominan. Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 73% terhadap efektivitas manajemen waktu mahasiswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan mengintegrasikan peran kehidupan dan pengalaman kerja dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan waktu mahasiswa pekerja part-time. Temuan ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan regulasi diri dan pengelolaan aktivitas akademik maupun pekerjaan.
Referensi
[1] Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia. 2017.
[2] A. Yuniawan, Nasikh, and R. Franksiska, “Navigating Work and Study: the Interplay of Time-Spatial Flexible Work Arrangements, Workload, and Work-Life Integration Among Undergraduate Working Students,” Probl. Perspect. Manag., vol. 23, no. 2, pp. 319–330, 2025.
[3] J. de la Fuente, J. M. Martínez-Vicente, M. Pachón-Basallo, F. J. Peralta-Sánchez, M. M. Vera-Martínez, and M. P. Andrés-Romero, “Differential Predictive Effect of Self-Regulation Behavior and the Combination of Self- vs. External Regulation Behavior on Executive Dysfunctions and Emotion Regulation Difficulties, in University Students,” Front. Psychol., vol. 13, no. June, 2022.
[4] L. Gade and H. L. Yeo, “Work-Life Integration and Time Management Strategies,” Clin. Colon Rectal Surg., vol. 32, no. 6, pp. 442–449, 2019.
[5] P. Chauhan and S. Rai, “Conceptualizing work-life integration: A review and research agenda,” Asia Pacific Manag. Rev., vol. 29, no. 4, pp. 415–426, 2024.
[6] C. Angela, W. W. Limtara, T. Young, M. G. N. Lie, Zamralita, and I. Reza, “Gambaran Work Life Integration pada Karyawan Gen Z,” J. Psimawa, vol. 8, no. 1, pp. 149–160, 2025.
[7] T. Munkhbaatar, B. Tsogtsuren, and L. Batkhishig, “The Impacts of Professional Skills, Attitude, Time Management and Work Experience on Job Performance: The Case of Mongolia,” Adv. Soc. Sci. Res. J., vol. 9, no. 7, pp. 103–114, 2022.
[8] S. tasya Adelia, Prayekti, and M. A. syafwan Lysander, “Pengaruh Etos Kerja, Kompetensi Kerja, Motivasi Kerja, Dan Pengalaman Kerja Terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Program Studi Manajemen Angkatan 2021 Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta,” J. Pendidik. Ekon. dan Kewirausahaan), vol. 9, no. 1, p. 33, 2025.
[9] Y. S. Rachmanda and A. Arifah, “Disiplin kerja dan kemampuan manajemen waktu sebagai determinan kinerja individu.,” J. Ekon. dan Manaj., vol. 21, no. 1, pp. 89–102, 2024.
[10] M. G. Prasetya and A. K. Siharis, “Manajemen waktu didefinisikan sebagai kemampuan individu dalam mengatur dan mengendalikan penggunaan waktu secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal,” vol. 1, no. 3, pp. 403–413, 2023.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ai Asri Ratnasari, Yudi Setia Rachmanda

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




