Pengaruh Konflik Iterpersonal, Beban Kerja, dan Lingkungan Kerja terhadap Stres Kerja Pegawai Negeri Sipil Puskismas Gunem
DOI:
https://doi.org/10.55338/jeama.v1i2.607Kata Kunci:
konflik interpersonal, beban kerja, lingkungan kerja, stres kerja, PNSAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konflik interpersonal, beban kerja, dan lingkungan kerja terhadap stres kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) Puskesmas Gunem Kabupaten Rembang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh PNS Puskesmas Gunem yang berjumlah 61 orang, dengan teknik sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup menggunakan skala likert lima tingkat dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil uji reliabilitas menunjukkan seluruh variabel memiliki nilai Cronbach’s Alpha di atas 0,70, sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa konflik interpersonal dan beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja, sedangkan lingkungan kerja berpengaruh positif tetapi tidak signifikan. Beban kerja merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi stres kerja pegawai. Secara simultan, konflik interpersonal, beban kerja, dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap stres kerja dengan nilai adjusted R square sebesar 0,876. Temuan ini menunjukkan bahwa stres kerja pegawai Puskesmas lebih dipengaruhi oleh faktor psikososial dan tuntutan pekerjaan dibandingkan faktor lingkungan fisik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi manajemen Puskesmas dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sumber daya manusia guna menekan tingkat stres kerja pegawai.
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pusat Kesehatan Masyarakat.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.
Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang. (2024). Dashboard data kesehatan Kabupaten Rembang.
Nurhidayati, A., & Wifiq, M. (2025). Pengaruh beban kerja dan stres kerja terhadap kinerja pegawai dengan komitmen organisasi sebagai variabel intervening pada BPPKAD Kabupaten Rembang. Buletin Bisnis & Manajemen, 11(2), 106–115.
Nurfadilla, & Mustahidda, R. (2025). Pengaruh Beban Kerja, Burnout dan Konflik Interpersonal Terhadap Stres Kerja: Studi Kasus Pegawai PT JHP Mantingan. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(3), 1314.
Dewi, P. A. S. N., Suryani, N., & Novarini, N. A. (2024). Pengaruh konflik interpersonal, beban kerja, dan komunikasi terhadap stres kerja karyawan pada PT. Bonofactum. Jurnal EMAS, 5(11), 78–xx.
Setiani, R., & Novitasari, D. (2023). Pengaruh Beban Kerja, Lingkungan Kerja, dan Dukungan Sosial Terhadap Stres Kerja Pegawai di Puskessmas Kasih 1 Bantul. Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Indonesia STIEM Widya Wiwaha, 3(2), 270-280.
Gaol, N. T. L. (2016). Teori stres: Stimulus, respons, dan transaksional. Buletin Psikologi, 24(1), 1-11.
Wardani, R. (2020). Pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja terhadap stres kerja pada karyawan Puskesmas Kediri Lombok Barat NTB. Jurnal Aliansi (Akuntansi dan Keuangan Syariah), 5(2), 1–10.
Pratama, A., & Fuatadi, R. (2021). Pengaruh beban kerja terhadap stres kerja karyawan. Jurnal Manajemen dan Bisnis, X(X), 1–10.
Puspitasari, D. A., Indriati, I. H., & Basri, A. I. (2021). Pengaruh Beban Kerja, Lingkungan Kerja dan Kepemimpinan Terhadap Stres Kerja Pegawai. Investasi: Jurnal Penelitian Ekonomi Dan Bisnis, 1(1), 1-8.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ekonomi, Akutansi dan Manajemen Nusantara

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




