Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Upah Minimum Provinsi di Indonesia dengan Pendekatan Regresi Data Panel

Penulis

  • Rofi'ul Khaqim Universitas Katolik Darma Cendika
  • Yosefina Finsensia Riti Universitas Katolik Darma Cendika
  • Lerry Yehezkiel Pangkey Lepa Universitas Katolik Darma Cendika
  • Alain Jason Widjanarko Universitas Katolik Darma Cendika

Kata Kunci:

Upah Minimum Provinsi, PDRB, IPM, TPAK, TPT

Abstrak

Perbedaan Upah Minimum Provinsi (UMP) antarprovinsi di Indonesia tidak semata-mata mencerminkan kebutuhan hidup pekerja, tetapi juga kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Produk Domestik Regional Bruto, Indeks Pembangunan Manusia, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja, dan Tingkat Pengangguran Terbuka terhadap UMP di 34 provinsi Indonesia tahun 2020–2025. Pendekatan kuantitatif dengan regresi data panel digunakan pada 204 observasi data sekunder. Pemilihan model menggunakan Uji Chow, Lagrange Multiplier, dan Hausman mengonfirmasi Fixed Effect Model sebagai model terbaik. Hasil estimasi: PDRB, IPM, dan TPAK berpengaruh positif dan signifikan terhadap UMP; TPT berpengaruh negatif dan signifikan. Secara simultan, keempat variabel bebas signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan UMP perlu mempertimbangkan kapasitas ekonomi daerah, kualitas pembangunan manusia, partisipasi angkatan kerja, dan tingkat pengangguran agar penetapan upah minimum selaras dengan kondisi tiap provinsi.

Referensi

[1] S. K. A. Ardiawan and M. S. Utama, “Pengaruh Inflasi, PDRB, dan Upah Minimum Provinsi terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia,” J. Bus. Finance Econ., vol. 5, no. 1, Jun. 2024, [Online]. Available: https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/jbfe

[2] F. R. Jaelani and N. Hasya, “Pengaruh Tingkat Upah Minimum dan Inflasi terhadap Produktivitas Tenaga Kerja di Indonesia Tahun 2014–2024,” J. Ilmu Ekon. Dan Pembang. JIEP, vol. 8, no. 2, 2025.

[3] S. A. N. Iksan, Z. Arifin, and M. W. Suliswanto, “Pengaruh Upah Minimum Provinsi, Investasi, dan PDRB terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia,” J. Ilmu Ekon. JIE, vol. 4, no. 1, pp. 42-55, Feb. 2020.

[4] G. D. Asmara and R. Saleh, “Determinants of Unemployment: Empirical Evidence from Indonesia,” Widya Cipta J. Sekr. Dan Manaj., vol. 8, no. 2, Sep. 2024, doi: 10.31294/widyacipta.v8i2.21753.

[5] Soeharjoto and M. R. Oktavia, “Pengaruh Inflasi, Indeks Pembangunan Manusia, dan Upah Minimum Provinsi terhadap Pengangguran di Indonesia,” J. Ecodemica J. Ekon. Manaj. Dan Bisnis, vol. 5, no. 2, pp. 94-102, Sep. 2021.

[6] D. R. Ramdhansya and L. R. Indrawati, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Upah Minimum Regional di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2010–2019,” J. Valuasi J. Ilm. Ilmu Manaj. Dan Kewirausahaan, vol. 2, no. 1, pp. 281-297, Jan. 2022, doi: 10.46306/vls.v2i1.102.

[7] L. L. I. Putri and S. Aisyah, “Analisis Faktor Sosial Ekonomi yang Mempengaruhi Upah Minimum Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017–2021,” Ekon. J. Econ. Bus., vol. 8, no. 1, Mar. 2024.

[8] R. Simanjuntak and Yefriza, “Analysis Of Factors Affecting Provincial Minimum Wages In Indonesia,” EKOMBIS Rev. J. Ilm. Ekon. Dan Bisnis, vol. 12, no. 1, 2024, doi: 10.37676/ekombis.v12i1.

[9] R. Merdekawaty, D. Ispriyanti, and S. Sugito, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Upah Minimum Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Menggunakan Model Spatial Autoregressive (SAR,” J. Gaussian, vol. 5, no. 3, pp. 525-534, 2016.

[10] S. Supriatna, Pengaruh Tingkat Kemiskinan, Tingkat Pendidikan, dan Upah Minimum Provinsi terhadap Peningkatan Pendapatan Perkapita di Indonesia 2011–2020. Bandung Conference Series: Economics Studies, 2023. doi: 10.29313/bcses.v3i1.6995.

[11] J. J. Pingkan, “Analisis Pengaruh Upah Minimum, Inflasi, dan Tenaga Kerja Formal terhadap Produk Domestik Regional Bruto: Studi Panel Data Provinsi di Indonesia (2018–2024,” J. Ilmu Ekon. Dan Pembang. JIEP, vol. 8, no. 2, 2025.

[12] D. Meilasari, “Pengaruh Upah Minimum Provinsi, PDRB dan Investasi terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri di Pulau Jawa Tahun 2010–2016,” J. Akunt. Akt., vol. 1, no. 2, pp. 169-190, Oct. 2020.

[13] N. K. Jayadiwinata and P. R. E. Hutabarat "Pengaruh Upah Minimum Provinsi, “IPM, dan Tingkat Pengangguran terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Pulau Sumatra,” JEMSI J. Ekon. Manaj. Sist. Inf., vol. 12, no. 1, Feb. 2026, doi: 10.35870/jemsi.v12i1.5853.

[14] S. W. G. Saragih and P. Zainuri "Pengaruh Inflasi, “IPM dan Upah Minimum terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Pulau Sumatra,” J. Ekuilibrium, vol. VII, no. 2, 2023, doi: 10.19184/jek.v7i2.36703.

[15] J. R. N. Imani, “Estimasi Model Fixed Effect pada Analisis Regresi Data Panel dengan Metode Least Square Dummy Variable (LSDV,” Sciencestatistics, vol. 3, no. 1, 2025, doi: 10.24127/sciencestatistics.v3i1.7525.

[16] K. Ketenagakerjaan, “Upah Minimum Provinsi Menurut Provinsi, 2018–2022," Satu Data Kemnaker.” [Online]. Available: https://satudata.kemnaker.go.id/data/kumpulan-data/473.

[17] K. Ketenagakerjaan, “Upah Minimum Provinsi Tahun 2023," Satu Data Kemnaker.” [Online]. Available: https://satudata.kemnaker.go.id/data/kumpulan-data/942.

[18] K. Ketenagakerjaan, “Upah Minimum Provinsi Tahun 2025," Satu Data Kemnaker.” [Online]. Available: https://satudata.kemnaker.go.id/data/kumpulan-data/2252.

[19] B. P. Statistik, “Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Provinsi (Miliar Rupiah), 2020–2025.” BPS, Jakarta. [Online]. Available: https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/Mjg2IzI%3D/-seri-2010--produk-domestik-regional-bruto---milyar-rupiah-.html?year=2020.

[20] B. P. Statistik, “Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut Provinsi, 2020–2025.” BPS, Jakarta. [Online]. Available: https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NTQzIzI=/tingkat-pengangguran-terbuka--agustus-2025.html.

Diterbitkan

2026-08-21

Cara Mengutip

Khaqim, R., Riti, Y. F., Lepa, L. Y. P., & Widjanarko, A. J. (2026). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Upah Minimum Provinsi di Indonesia dengan Pendekatan Regresi Data Panel. Jurnal Ekonomi, Akutansi Dan Manajemen Nusantara, 5(1.1), 96–103. Diambil dari https://ejournal.loddosinstitute.org/index.php/jeama/article/view/1145