Work-Life Integration Generasi Z dalam Kerja Asinkron: Antara Fleksibilitas dan Over-Integration
Keywords:
Batas Kerja-Pribadi, Fleksibilitas Kerja, Kelelahan Digital, Kesejahteraan Karyawan, Regulasi DiriAbstract
Transformasi digital mendorong penerapan sistem kerja asinkron yang mengubah pola interaksi kerja dan kehidupan pribadi, khususnya bagi Generasi Z sebagai digital native. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana perilaku individu Generasi Z memaknai work-life integration dalam konteks kerja asinkron serta mengidentifikasi tantangan dan strategi adaptasinya. Metode yang digunakan adalah studi pustaka kualitatif dengan pendekatan systematic literature review terhadap 30 artikel ilmiah relevan periode 2021–2026, yang dianalisis secara deskriptif-interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z memaknai work-life integration sebagai integrasi dinamis antara peran kerja dan personal yang didukung fleksibilitas waktu dan otonomi kerja. Namun, fleksibilitas tersebut juga memunculkan risiko berupa kaburnya batas kerja-pribadi, tekanan konektivitas berkelanjutan, serta peningkatan kelelahan mental. Temuan utama menegaskan bahwa efektivitas work-life integration ditentukan oleh keseimbangan antara kemampuan regulasi diri individu dan kejelasan kebijakan organisasi. Strategi adaptasi yang dominan meliputi penetapan batas kerja, pemanfaatan teknologi secara terarah, serta praktik pemulihan untuk menjaga kesejahteraan. Kesimpulannya, kerja asinkron tidak hanya meningkatkan fleksibilitas, tetapi juga menuntut pengelolaan perilaku dan sistem kerja yang terstruktur agar produktivitas dan kesejahteraan dapat terjaga secara berkelanjutan.
References
[1] E. Oktaviani, A. W. I. Prakoso, A. Asrinur, dan H. Madiisriyatno, “Transformasi Digital dan Strategi Manajemen,” Oikos-Nomos: Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis, vol. 16, no. 1, hlm. 16–26, 2023, doi: https://doi.org/10.37479/jkeb.v16i1.20322.
[2] L. H. Sangapan, A. B. Paryanti, A. H. Manurung, dan A. Manurung, “Tren Penelitian Komunikasi Organisasi di Era Hybrid Work: Kajian Systematic Literature Review,” JKIS, vol. 3, no. 3, hlm. 117–128, 2025, doi: https://doi.org/10.38035/jkis.v3i3.
[3] N. N. Soliha, O. Malinda, P. Parwati, dan T. A. Ilaiha, “Transformasi Budaya Kerja Generasi Z dalam Membangun Profesionalisme di Era Digital,” Expense: Jurnal Manajemen Bisnis, vol. 1, no. 2, hlm. 121–134, 2025, doi: https://doi.org/10.36908/expense.v1i2.1735.
[4] M. I. Idrus, “Dampak Work-Life Integration terhadap Kesejahteraan Karyawan dan Produktivitas Kerja : A Systematic Literature Riview,” COSTING, vol. 7, no. 3, hlm. 6396–6405, 2024, doi: 10.31539/costing.v7i3.9821.
[5] S. Supriadi, “Kelelahan Kerja Jarak Jauh dan Digital Nomadisme: Sebuah Kerangka Konseptual Untuk Memahami Paradoks Antara Kebebasan Lokasi dan Kesejahteraan Psikologis,” Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Bisnis Digital, vol. 3, no. 2, hlm. 303–314, 2024, doi: https://doi.org/10.37676/jambd.v3i2.9364.
[6] N. R. Vindiazhari, “Modernisasi Perkantoran dan Perspektif Generasi Z terhadap Teknologi & Budaya Kerja,” Business Preneur : Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis, vol. 8, no. 1, hlm. 862–871, 2026, doi: https://doi.org/10.23969/bp.v8i1.42495.
[7] F. T. Nuryani dan M. Djamil, “Pengaruh Budaya Organisasi dan Kepuasan Kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior Melalui Komitmen Organisasi sebagai Intervening pada Pegawai Instansi XYZ,” JEMSI, vol. 5, no. 3, hlm. 192–202, 2024, doi: https://doi.org/10.31933/jemsi.v5i3.1793.
[8] K. Nisa’, M. Nurum, Y. Rohma, Z. D. K. Gyrah, dan R. S. Putra, “Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Generasi Z,” BIREV, vol. 3, no. 2, 2025, doi: https://doi.org/10.61292/birev.176.
[9] R. A. Hidayat dan M. A. Ahmadi, “Dampak Program Kesehatan Mental di Tempat Kerja bagi Karyawan Generasi Z,” ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, vol. 4, no. 2, hlm. 634–642, 2025, doi: https://doi.org/10.56799/jim.v4i2.7058.
[10] G. Ambarwulan, C. W. Wolor, dan E. D. Utari, “Analisis Work-Life Balance Karyawan Generasi Z di Perusahaan XYZ,” Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, vol. 3, no. 3, hlm. 188–196, 2025, doi: https://doi.org/10.61722/jipm.v3i3.904.
[11] R. A. A. R. P. Sari, F. I. F. S. Putra, T. W. E. Suryawijaya, A. Reza, dan E. Kristina, “Kerja di Rumah Tapi Tertekan: Implikasi Work From Home, Tekanan Kerja, Kelelahan Digital terhadap Produktivitas Generasi Sandwich,” MODUS, vol. 37, no. 2, hlm. 282–299, 2025, doi: https://doi.org/10.24002/modus.v37i2.11383.
[12] S. Sumarno, K. Karsim, D. Dwiyanto, F. Ekobelawati, dan F. Christian, “Kerja Jarak Jauh dan Produktivitas Karyawan: Mengevaluasi Dampak Jangka Panjang dari Telecommuting Pasca Covid-19,” J. Manag. Digit. Bus., vol. 4, no. 3, hlm. 775–786, 2024, doi: https://doi.org/10.53088/jmdb.v4i3.1265.
[13] C. Angela, W. W. Limtara, T. Young, M. G. N. Lie, dan I. Reza, “Gambaran Work Life Integration pada Karyawan Gen Z,” JURNAL PSIMAWA: Diskursus Ilmu Psikologi & Pendidikan, vol. 8, no. 1, hlm. 149–160, 2025, doi: https://doi.org/10.36761/jp.v8i1.5925.
[14] M. Rachmawati dan I. H. Santoso, “Work - Life Integration Pola Kerja Baru Pemicu Kelelahan Kerja: Adaptasi Baru pada Masa Pandemi Covid - 19,” j. manaj., vol. 18, no. 1, hlm. 1–11, 2021, doi: https://doi.org/10.25170/jm.v18i1.2208.
[15] A. Anisti, V. Sidarta, M. Imran, dan S. Syatir, “Tantangan Literasi Digital Generasi Z: Kajian Sistematic Literature Review,” Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana, vol. 30, no. 2, hlm. 152–161, 2024, doi: https://doi.org/10.33751/wahana.v30i2.11870.
[16] A. Aprinawati, A. W. Harahap, F. Aditya, M. U. Yazid, W. Prayoga, dan I. Khaira, “Analisis Literatur tentang Konsep Dasar Perilaku Organisasi dan Implikasi Manajerialnya,” INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, vol. 4, no. 5, hlm. 9049–9058, 2024, doi: https://doi.org/10.31004/innovative.v4i5.15572.
[17] S. Batubara, A. M. M. Shanty, dan M. Makhrani, “Pengaruh Manajemen Kinerja terhadap Kepuasan dan Retensi Karyawan di Era Digital di Yayasan Perguruan Kampus Padangsidimpuan,” Journal on Education, vol. 7, no. 2, hlm. 11338–11345, 2025, doi: https://doi.org/10.31004/joe.v7i2.8222.
[18] A. Sani, Contributed Youths: Mengungkap Strategi Efektif Menggali Motivasi Kerja Gen Z di Indonesia. Medan: Umsu Press, 2025.
[19] D. T. Fuada, P. A. Anggraeni, A. C. Puspita, dan V. Firdaus, “Pengaruh Literasi Digital, Motivasi Kerja, dan Kesempatan Bimbingan Karir terhadap Kesiapan Kerja Generasi Z,” INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, vol. 5, no. 1, hlm. 650–665, 2025, doi: https://doi.org/10.31004/innovative.v5i1.17469.
[20] S. Sulistiono, E. Wigati, S. B. Winarno, dan T. Panghastuti, “Analisis Paparan Digital Fatigue pada Generasi Z Untuk Mendukung Produktivitas Sehat di Era Digital,” PROSEMNASIMKB, vol. 2, no. 2, hlm. 370–387, 2025, doi: https://doi.org/10.61132/prosemnasimkb.v2i2.206.
[21] T. A. Zarlianty, S. Addin, dan Y. Mujiaty, “Pengaruh Kerjasama Tim dan Komunikasi terhadap Kinerja Pegawai Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia Kementerian Perindustrian Republik Indonesia,” Ppiman, vol. 3, no. 4, hlm. 138–153, 2025, doi: https://doi.org/10.59603/ppiman.v3i4.1111.
[22] P. K. Putri, “Gen Z di Dunia Kerja: Kepribadian dan Motivasi Jadi Penentu Produktivitas Kerja,” jmeb, vol. 4, no. 1, hlm. 30–38, 2024, doi: https://doi.org/10.37481/jmeb.v4i1.650.
[23] A. B. Kaban, N. H. Tambusai, dan V. A. Mayshara, “Peran Manajemen Waktu dalam Meningkatkan Efektivitas Pekerjaan Kantor di MTS Madinatussalam,” Invention: Journal Research and Education Studies, vol. 6, no. 1, hlm. 212–217, 2025, doi: https://doi.org/10.51178/invention.v6i1.2502.
[24] S. Firdauz dan N. W. S. Puspitadewi, “Hubungan Antara Work Life Balance dengan Psychological Well Being pada Pegawai Generasi Z di Kecamatan X Kabupaten Gresik,” LIBEROSIS: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling, vol. 15, no. 4, hlm. 141–150, 2025.
[25] E. J. Manurung, J. M. Simamora, dan Y. Yusmalinda, “Strategi Gen Z dalam Menghadapi Perubahan Dunia Kerja dan Pengaruhnya terhadap Kinerja,” CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, vol. 5, no. 2, hlm. 501–510, 2025, doi: https://doi.org/10.53866/jimi.v5i2.714.
[26] B. A. Prabowo, Y. R. Satato, dan M. K. Aswan, “Motivasi Kerja Generasi Z : Analisis Work-Life Balance dan Tantangan Stigma Generasi,” jempper, vol. 4, no. 1, hlm. 403–418, 2025, doi: https://doi.org/10.55606/jempper.v4i1.6514.
[27] D. H. Susanto, I. P. D. Pradhana, N. N. S. Wisudawati, dan I. G. A. W. Adriati, “Rekonstruksi Keseimbangan Hidup dan Kesehatan Mental Pekerja Generasi Z Menghadapi Boreout di Coffee Shop,” Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan, vol. 7, no. 2, hlm. 1–8, 2026, doi: https://doi.org/10.53697/emak.v7i2.3859.
[28] V. Maria dkk., “Fleksibilitas Lingkungan Kerja Sebagai Faktor Penentu Loyalitas dan Kepuasan Karyawan Generasi Z Studi Kasus di Jakarta Selatan,” JPIM: Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner, vol. 2, no. 3, hlm. 2542–2550, 2025.
[29] A. A. Pohan dan S. Y. Yosepha, “Dampak Jam Kerja Fleksibel terhadap Motivasi, Kepuasan, dan Kinerja Pegawai Setjen MPR-RI,” Rambis, vol. 5, no. 1, hlm. 59–76, 2025, doi: https://doi.org/10.35912/rambis.v5i1.4650.
[30] K. Putri, “Apakah Gen-Z memiliki Budaya Organisasi dan Komitmen Organisasi yang lebih tinggi terhadap Prestasi Kerja dibandingkan generasi lainnya?,” JMBM, vol. 6, no. 2, hlm. 48–67, 2024, doi: https://doi.org/10.51353/jmbm.v6i2.932.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aldi Saputra, Hilman Hasan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




