Ketimpangan Pembangunan dan Daya Saing Wilayah di Kawasan Gerbangkertosusila Tahun 2020-2024

Authors

  • Haliza Afni Alafiyah University of Jember
  • Pratista Leila Yunari Universitas Jember
  • Hastina Rachma Efendi Universitas Jember
  • Agus Luthfi Universitas Jember

Keywords:

Ketimpangan Wilayah, Sektor Basis, Daya Saing Sektoral, Struktur Ekonomi Regional, Pembangunan Metropolitan

Abstract

Kawasan Gerbangkertosusila menghadapi kesenjangan pembangunan akibat perbedaan struktur ekonomi antarwilayah, menjadikannya tantangan krusial bagi kawasan yang ditetapkan sebagai pusat ekonomi strategis nasional di Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketimpangan wilayah, sektor basis, daya saing sektoral, dan klasifikasi perkembangan wilayah di Kawasan Gerbangkertosusila periode 2020-2024. Data sekunder PDRB ADHK dan kependudukan dari BPS dianalisis menggunakan integrasi enam alat analisis: Indeks Williamson, LQ, DLQ, Shift Share, Tipologi Klassen, dan SWOT. Nilai Indeks Williamson berkisar antara 0,1078-0,1161 dan cenderung menurun, mengindikasikan ketimpangan yang rendah dan semakin membaik. Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto termasuk daerah maju dan cepat tumbuh, sedangkan Kota Mojokerto dan Kabupaten Bangkalan tergolong daerah tertinggal. Hanya tiga wilayah yang memiliki sektor basis prospektif (LQ > 1 dan DLQ > 1), sementara Kabupaten Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, dan Lamongan menunjukkan daya saing kompetitif positif. Kabupaten Bangkalan menghadapi risiko penurunan daya saing akibat ketergantungan pada sektor ekstraktif. Temuan ini mengimplikasikan perlunya kebijakan afirmatif berupa pemerataan investasi, diversifikasi ekonomi daerah tertinggal, dan penguatan koordinasi antarpemerintah daerah untuk mendorong pembangunan kawasan yang lebih seimbang dan berkelanjutan.

References

[1] J. MARVES, “Kawasan Perkotaan Gerbangkertosusila sebagai Pusat Perekonomian Nasional,” JDIH Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Accessed: Jun. 08, 2026. [Online]. Available: https://jdih.kemenkoinfra.go.id/kawasan-perkotaan-gerbangkertosusila-sebagai-pusat-perekonomian-nasional

[2] R. D. W. Putra and W. Salim, “Struktur Ruang Wilayah Gerbangkertosusila Berdasarkan Teori Pusat-Pinggiran: Sebuah Kajian,” Tataloka, vol. 24, no. 3, pp. 186–201, 2022, doi: 10.14710/tataloka.24.3.186-201.

[3] L. Fitriyah and S. P. Prabowo, “ANALISIS KETIMPANGAN PENDAPATAN DAN PENGEMBANGAN SEKTOR UNGGULAN WILAYAH KOTA DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2010-2019,” J. Econ., vol. 1, pp. 206–216, 2021, doi: https://doi.org/10.26740/independent.v1i2.40741.

[4] C. S. N. Rahmadani, A. F. M. Zain, and G. S. Indraprahasta, “Urban Sprawl and Its Impacts on Land Cover Change in the Outskirts of the Surabaya Metropolitan Area,” J. Wil. dan Lingkung., vol. 13, no. 3, pp. 61–71, 2025, doi: 10.14710/jwl.13.3.61-71.

[5] M. Simalango and R. Setiawati Sri Iriani, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketimpangan Pendapatan di Provinsi Sumatera Selatan,” JAMBURA Econ. Educ. J., vol. 1, no. 2, p. 885, 2024, doi: 10.37479/jeej.v6i2.24911.

[6] F. L. Himmah, C. Chotimah, and P. Perdana, “Pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka, Belanja Daerah, dan Konsumsi Rumah Tangga Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Wilayah Gerbangkertosusila,” J. Ilm. Wahana Pendidik., vol. 2, no. September, pp. 462–471, 2024.

[7] W. Jeffrey G, “Regional Inequality and the Process of National Development: A Description of the Patterns,” Econ. Dev. Cult. Change, vol. 13, pp. 1–84, 1965.

[8] T. Duriyyah and F. Rahmawati, “The leading potential development in the Metropolitan Area of Gerbangkertosusila,” SOROT J. Ilmu-ilmu Sos., vol. 17, no. 1, p. 25, 2022, doi: 10.31258/sorot.17.1.25-39.

[9] R. R. Ananta and A. Aulia, “Analisis Sektor Basis dan Tipologi Sektoral Menggunakan Pendekatan Location Quotient dan Tipologi Klassen di Kabupaten Kebumen,” CEMERLANG J. Manaj. dan Ekon. Bisnis, vol. 4, no. 4, pp. 243–252, 2024, doi: 10.55606/cemerlang.v4i3.3265.

[10] D. Rachmayati, “Kajian pengukuran performa kota hijau kota metropolitan di Pulau Jawa (studi kasus: Jabodetabek, Kedungsepur, dan Gerbangkertasusila),” Reg. J. Pembang. Wil. dan Perenc. Partisipatif, vol. 20, no. 1, p. 233, 2025, doi: 10.20961/region.v20i1.87483.

[11] I. N. Muhammad, M. Ulfa, and L. Fitriah, “Analisis Penentuan Potensi Sektorial Unggulan dalam Kabupaten Bangkalan tahun 2018-2021,” J. Pembang. Drh., vol. 1, no. 1, pp. 1–17, 2024, doi: 10.36762/jpd.v1i1.1180.

[12] A. R. D. Prayitno, “ANALISIS BASIS EKONOMI DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN WILAYAH (STUDI PADA SEKTOR EKONOMI KOTA SURABAYA TAHUN 2016-2021),” Ekon. dan Bisnis Berk. Publ. Gagasan Konseptual, Has. Penelitian, Kajian, dan Terap. Teor., vol. 27, no. 1, pp. 91–101, 2023, doi: https://doi.org/10.24123/jeb.v27i2.5711.

[13] H. H. Ikhlasi, S. C. Astuti, G. E. Putri, and B. U. Aulia, “STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN GERBANGKERTOSUSILA BERBASIS PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PEMERATAAN PEMBANGUNAN DI JAWA TIMUR,” J. Pembang. Pemberdaya. Pemerintah., vol. 10, no. 1, pp. 21–48, doi: https://doi.org/10.33701/j-3p.v10i1.

Downloads

Published

2026-07-20

How to Cite

Alafiyah, H. A., Yunari, P. L., Efendi, H. R., & Luthfi, A. (2026). Ketimpangan Pembangunan dan Daya Saing Wilayah di Kawasan Gerbangkertosusila Tahun 2020-2024. Jurnal Ekonomi, Akutansi Dan Manajemen Nusantara, 5(1), 537–546. Retrieved from https://ejournal.loddosinstitute.org/index.php/jeama/article/view/914