Efisiensi Produksi dan Peningkatan Nilai Tambah pada UMKM Keripik Pisang: Bukti dari Penerapan Alat Pengiris Otomatis
DOI:
https://doi.org/10.55338/jeama.v5i1.813Keywords:
Automatic Slicer, Production Efficiency, Banana Chips, Added Value, MSMEsAbstract
Rendahnya efisiensi produksi akibat pengirisan manual menjadi kendala utama UMKM keripik pisang dalam meningkatkan nilai tambah. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan efisiensi produksi (waktu pengirisan, kapasitas produksi, jumlah tenaga kerja) dan peningkatan nilai tambah (output harian, keseragaman irisan, harga jual, nilai tambah per kg pisang segar) sebelum dan sesudah penerapan alat pengiris otomatis. Studi kasus kuantitatif dengan desain pre-experimental (one-group pretest-posttest) dilakukan pada UMKM Keripik Pisang “Rasa Lestari” di Gresik, Indonesia. Data dikumpulkan melalui observasi, pengukuran langsung, dan wawancara terstruktur pada 5 kali produksi manual dan 5 kali produksi otomatis (masing-masing 30 kg pisang segar). Analisis menggunakan paired t-test (α=0,05) dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat pengiris otomatis menurunkan waktu pengirisan dari 8,5±0,4 menjadi 1,2±0,1 menit/kg (p<0,001; efisiensi 85,9%), meningkatkan kapasitas produksi dari 7±0,5 menjadi 50±2,1 kg/jam (p<0,001; peningkatan 614%), serta mengurangi tenaga kerja dari 3 menjadi 1 orang (penghematan 66,7%). Nilai tambah per kg pisang segar meningkat dari Rp17.000 menjadi Rp24.000 (naik 41%), dengan harga jual naik 28% (Rp25.000 → Rp32.000/kg) dan output harian naik 714% (21 → 150 kg). Simpulan penelitian ini adalah penerapan alat pengiris otomatis terbukti efektif meningkatkan efisiensi produksi dan nilai tambah UMKM keripik pisang. Implikasinya, teknologi ini direkomendasikan untuk adopsi luas pada UMKM sejenis, dengan catatan generalisasi terbatas pada konteks studi kasus.
References
[1] K. K. UKM Republik Indonesia and P. D. U. Mikro, Kecil, dan Menengah. Jakarta, Indonesia: Kemenkop UKM, 2022.
[2] S. Maryati and R. Hidayat, ‘Analisis efisiensi produksi dan produktivitas UMKM keripik pisang di Jawa Timur’, Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, vol. 6, no. 3, pp. 789-800, 2022, doi: 10.21776/ub.jepa.2022.006.03.12.
[3] A. Wahyudi and B. Nugroho, ‘Efisiensi produksi dan nilai tambah pada agroindustri keripik’, Jurnal Teknologi Industri Pertanian, vol. 29, no. 1, pp. 45-54, 2019.
[4] R. Fitriani, A. Yulianto, and M. Rizal, ‘Penerapan mesin pengiris otomatis terhadap peningkatan produktivitas UMKM keripik pisang’, Jurnal Rekayasa Mesin dan Teknologi Tepat Guna, vol. 15, no. 2, pp. 110-120, 2024.
[5] S. F. Nurrahmawati, H. Hendrariini, and T. Setyadi, ‘Analisis nilai tambah dan strategi pengembangan agroindustri keripik kentang di Kabupaten Tuban’, Agr, vol. 16, no. 2, pp. 1-12, 2023, doi: 10.37478/agr.v16i2.3328.
[6] T. P. Nugroho and L. H. Prasetyo, ‘Perancangan dan uji kinerja mesin pengiris pisang otomatis untuk UMKM’, Jurnal Teknik Pertanian Lampung, vol. 12, no. 4, pp. 876-885, 2023, doi: 10.23960/jtep-l.v12i4.876-885.
[7] R. Sari, ‘TRANSFORMASI INTERAKSI SOSIAL DALAM ERA DIGITAL: TANTANGAN DAN PELUANG DALAM KOMUNIKASI ONLINE’, Jurnal Media dan Komunikasi, vol. 1, no. 2, pp. 94–96, 2024.
[8] L. Afiq, S. Aini, and Apriansyah, ‘Rancang bangun alat pengiris pisang otomatis berbasis IoT’, Jurnal Komputer dan Sistem Informasi, vol. 8, no. 2, pp. 1-10, 2026.
[9] Z. Yamit, Manajemen Produksi dan Operasi. Yogyakarta, Indonesia: Ekonisia, 2018.
[10] A. K. Rosyadi, ‘Analisis nilai tambah agroindustri keripik pisang dan pemasarannya di Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat’, B.S. thesis, Univ, Mataram, Mataram, Indonesia, 2022.
[11] R. Agnihotri, R. Dingus, M. Y. Hu, and M. T. Krush, ‘Social media: Influencing customer satisfaction in B2B sales’, Industrial Marketing Management, vol. 53, pp. 172–180, 2016.
[12] P. Kotler and K. L. Keller, Marketing Management, 16th edn. Pearson Education, 2021.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mohammad Fathoni, Sayyidah Zulfah, Robith Fahrur Rozi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




