Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Kelapa Sawit di Kampung Biatan Bapinang

Authors

  • Audy Arianto Universitas Muhammadiyah Berau
  • Abdul Hakim Universitas Muhammadiyah Berau
  • Lisa Puspitasari Universitas Muhammadiyah Berau

DOI:

https://doi.org/10.55338/jeama.v5i2.1157

Keywords:

Biaya Produksi, Hasil Produksi, Luas Lahan, Modal, Pendapatan Petani

Abstract

Pendapatan petani kelapa sawit dipengaruhi oleh kemampuan petani mengelola faktor produksi, terutama luas lahan, biaya produksi, modal, dan hasil produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keempat faktor tersebut terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Kampung Biatan Bapinang, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif dan data primer yang diperoleh melalui survei terhadap 30 petani kelapa sawit. Karena seluruh populasi yang berjumlah 30 petani dijadikan responden, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 25.0. Hasil estimasi menunjukkan bahwa luas lahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan (B = 11,822; t = 3,843; p < 0,001), sedangkan biaya produksi juga berpengaruh positif dan signifikan (B = 50,270; t = 5,436; p < 0,001). Modal berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan (B = −2,506; t = −1,758; p = 0,091), dan hasil produksi berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan (B = −0,179; t = −0,412; p = 0,684). Model memiliki R² sebesar 0,813 dan adjusted R² sebesar 0,783, sedangkan uji simultan menunjukkan model signifikan (F = 27,197; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa variasi pendapatan dalam sampel lebih kuat terkait dengan luas lahan dan alokasi biaya produksi. Namun, koefisien positif biaya produksi tidak dapat ditafsirkan sebagai bahwa kenaikan biaya selalu meningkatkan pendapatan; interpretasinya harus ditempatkan dalam konteks efisiensi dan produktivitas penggunaan input. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pengelolaan lahan dan biaya produksi perlu diarahkan pada penggunaan input yang produktif dan efisien.

References

[1] S. Maisyarah and R. A. Sufa, ‘Analisis luas lahan dan produksi sawit terhadap pendapatan masyarakat di Desa Seuneubok Kuyun Kecamatan Idi Timur Kabupaten Aceh Timur’, Manageable, vol. 1, no. 2, pp. 108-117, 2024, doi: 10.59000/jm.v1i2.74.

[2] F. R. P. Pratama, C. Alfi, and M. Fatih, ‘Penguatan Karakter Guna Mengembangkan Berfikir Kreatif Melalui Aktif Learning Bersama Darul Hikmah Mandiri’, ARembeN Jurnal Pengabdian Multidisiplin, vol. 3, no. 1, pp. 7–12, 2025.

[3] A. Pramono, ‘Determinan keberhasilan ekonomi usahatani kelapa sawit’, Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, vol. 22, no. 2, pp. 98-110, 2024.

[4] G. Mardiatmoko, ‘Pentingnya uji asumsi klasik pada analisis regresi linier berganda’, BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan, vol. 14, no. 3, pp. 333-342, 2020, doi: 10.30598/barekengvol14iss3pp333-342.

[5] R. Muhajirin and Asrulla, ‘Pendekatan Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif Serta Tahapan Penelitian’. 2024.

[6] D. Yustika and Sudarti, ‘Analisis regresi linier sederhana untuk mengestimasi pengaruh kemampuan self regulated learning terhadap hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Rasi’, Jurnal Pendidikan MIPA, vol. 23, no. 2, pp. 681-691, 2022, doi: 10.37630/jpm.v12i2.609.

[7] R. Pratama, H. Siregar, and A. Fariyanti, ‘Pengaruh penggunaan faktor produksi terhadap hasil usahatani’. 2022.

[8] Harnanto, Akuntansi: Biaya (atau Dasar-Dasar Akuntansi. Yogyakarta: BPFE, 2019.

[9] N. M. D. M. Putri and I. M. Jember, ‘Pengaruh Modal Sendiri dan Lokasi Usaha Terhadap’. 2016.

[10] H. S. Maryoni, ‘Pengaruh Luas Lahan Pertanian Dan Biaya Pemeliharaan Terhadap’. 2016.

Downloads

Published

2026-09-22

How to Cite

Arianto, A., Hakim, A., & Puspitasari, L. (2026). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Kelapa Sawit di Kampung Biatan Bapinang. Jurnal Ekonomi, Akutansi Dan Manajemen Nusantara, 5(2), 808–812. https://doi.org/10.55338/jeama.v5i2.1157